CHINA

Cover Image

Kenapa china ?

People’s Republic of China merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia, berhasil menjadi pusat manufaktur global sekaligus salah satu pemain baru yang mulai mendominasi di sektor teknologi dan inovasi. Oleh karena itu, ada banyak pelajar internasional yang datang ke China untuk belajar di tengah pesatnya perkembangan.

Dengan luas wilayah sekitar 9,6 juta km², China merupakan salah satu negara terbesar di dunia dan memiliki banyak kota yang berperan sebagai pusat pendidikan, ekonomi, dan teknologi seperti BeijingShanghaiSuzhouGuangzhou, dan Shenzhen.

China memiliki karakter wilayah yang beragam, mulai dari kota-kota besar yang terlihat futuristik dengan deretan gedung pencakar langit hingga wilayah yang lebih tradisional dengan alam dan budaya yang masih kuat. 

Negara ini mengalami empat musim, yaitu musim semi (Maret–Mei), panas (Juni–Agustus), gugur (September–November), dan dingin (Desember–Februari).

Dalam kehidupan sehari-hari dan pendidikan, bahasa utama yang digunakan adalah Mandarin. Namun, banyak universitas di China kini menawarkan program internasional berbahasa Inggris, terutama untuk Undergraduate dan Postgraduate. 

Artinya, pelajar internasional tidak harus fasih berbahasa Mandarin terlebih dahulu. Namun, dengan kuliah di China bisa jadi kesempatan untuk pelajar internasional mempelajari Mandarin sebagai skill yang semakin dicari di dunia bisnis sekarang.

Sistem Pendidikan

Tahun akademik di China umumnya dimulai setiap September dan berakhir di Juni/Juli tahun berikutnya. 

Secara umum, tahun akademik di China dibagi menjadi 2 semester utama:

  • Semester 1 (September–Januari)
  • Semester 2 (Februari–Juni/Juli)

A. Chinese Language (Mandarin) Programmes

Untuk student yang ingin meningkatkan skill atau berkuliah di program berbahasa Mandarin di China, tersedia berbagai Chinese Language (Mandarin) Programmes oleh universitas.

Program ini biasanya berdurasi sekitar 1 semester hingga 1 tahun, tergantung level awal kemampuan bahasa. Fokusnya untuk mempelajari academic Mandarinreading & writing, dan persiapan tes HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi) atau sertifikasi resmi kemampuan bahasa Mandarin yang diakui di China.

Berikut gambaran HSK dan penggunaannya dalam konteks studi:

HSK LevelKemampuanDigunakan Untuk
HSK 1-2Percakapan dasar & kalimat sederhanaProgram bahasa pemula
HSK 3Komunikasi sehari-hari level menengah awalPersiapan sebelum masuk jalur akademik
HSK 4Mulai mampu memahami materi akademik dasarSyarat minimal untuk university preparation
HSK 5Mampu mengikuti perkuliahan penuh berbahasa MandarinSyarat masuk Undergraduate (Diploma/Bachelor)
HSK 6Level akademik lanjutan & risetSyarat masuk Postgraduate (Master/PhD)

B. High School

Jenjang High School/Pendidikan SMA di China umumnya berlangsung pada usia ±15–18 tahun. Di tahun terakhir, student lokal China akan mengikuti Gaokao (National College Entrance Examination).

Sementara itu, mahasiswa internasional tidak mengikuti jalur Gaokao. Namun, bisa menyiapkan studi di China melalui international high school, preparatory programme, atau direct entry

Beberapa kampus juga menerapkan tes Chinese Scholastic Competency Assessment (CSCA) sebagai bagian dari proses seleksi mahasiswa internasional untuk program S1.

C. Preparatory & Pre-Degree Programmes

Beberapa universitas di China menyediakan preparatory atau pre-degree programme bagi pelajar internasional yang belum memenuhi persyaratan bahasa atau akademik untuk direct entry program Undergraduate/Postgraduate.

D. Professional & Vocational

China juga memiliki jalur professional dan vocational, terutama di bidang manufaktur, teknologi, dan industri terapan.

Program ini lebih berfokus pada keterampilan praktis, kesiapan kerja, kebutuhan industri, dan bisa jadi jalur alternatif menuju universitas atau langsung ke dunia kerja. Durasi studi bervariasi dan tergantung program, umumnya 1–3 tahun.

E. Higher Education

Universitas di China menyediakan program Undergraduate dan Postgraduate, antara lain: Sarjana (masa studi 4 tahun), Magister (2-3 tahun), dan Doktoral (3-4 tahun).

Biaya Kuliah & Hidup

A. Tuition Fee

Universitas Undergraduate (RMB/tahun) Postgraduate (RMB/tahun)
Peking University 26000 - 55000 30000 - 70000
Tsinghua University 26000 - 55000 30000 - 70000
Fudan University 22000 - 50000 25000 - 60000
Shanghai Jiao Tong University 25000 - 60000 28000 - 60000
Zhejiang University 20000 - 50000 22000 - 55000
Nanjing University 24000 - 45000 25000 - 50000
The Chinese University of Hong Kong (CUHK) - Shenzhen 140000 - 160000 140000 - 300000
Beijing Normal University-Hong Kong Baptist University (BNBU) 110000 - 135000 150000 - 250000
Xi’an Jiaotong–Liverpool University (XJTLU) 93000 - 100000 100000 - 180000
University of Nottingham Ningbo China (UNNC) 120000 - 165000 130000 - 200000
*Informasi di atas berdasarkan tuition fee dari kampus top China berdasarkan QS University Rankings 2026 (tuition fee umumnya mengalami kenaikan 3-8% per tahun).

B. Living Cost

Kategori Estimasi Biaya Hidup (RMB/bulan)
Akomodasi 1500 - 2500
Makanan & Groceries 800 - 1500
Transportasi 100 - 300
Utilities 200 - 400
Total RMB 2600 - 4700
*Estimasi biaya bisa berbeda tergantung kota, gaya hidup, dan jenis akomodasi yang dipilih.

Beasiswa

A. Chinese Government Scholarship (CSC)

Chinese Government Scholarships merupakan program beasiswa khusus student internasional yang didanai langsung oleh pemerintah China melalui Chinese Scholarship Council. Beasiswa ini bertujuan untuk mendorong pendidikan, budaya, & hubungan internasional antara China dan negara lain.

B. Local Government Scholarships

Selain beasiswa nasional, beberapa pemerintah daerah di China (provinsi atau kota) juga menyediakan Local Government Scholarships bagi pelajar internasional yang bertujuan untuk memperluas kerjasama internasional di tingkat daerah.

C. Belt and Road Scholarships

Belt and Road Scholarships ditujukan bagi mahasiswa internasional dari negara-negara yang tergabung dalam inisiatif China, yaitu Belt and Road Initiative (BRI) (Indonesia termasuk).

D. University Scholarships

Selain beasiswa di atas, hampir seluruh universitas di Chinajuga menyediakan beasiswa internal (University Scholarships). Beasiswa ini umumnya diberikan berdasarkan prestasi akademik, non-akademik, atau subject tertentu dalam bentuk potongan biaya kuliah (tuition fee reduction).

Peluang Kerja

A. Kerja Part-time

Mahasiswa internasional yang memegang Student Visa (X1) pada prinsipnya tidak diizinkan bekerja part-time secara bebas selama masa studi.

Namun, dalam kondisi tertentu dan dengan izin resmi dari universitas & imigrasi, student hanya bisa melakukan pekerjaan yang terbatas dan bersifat akademik seperti research/teaching assistanttranslator, hingga administrative support di lingkungan kampus.

B. Professional Internship

Pada umumnya, internship saat masa studi tidak menjadi bagian standar dari kurikulum dan wajib memerlukan persetujuan resmi dari universitas dan imigrasi.

C. Graduate Opportunities

Setelah lulus dari universitas China, student internasional bisa bekerja dan tinggal di China dengan mengikuti jalur kerja yang resmi. Mereka harus mengamankan job offer terlebih dahulu, lalu mengajukan Work Permit (Z/K Visa).

D. Peluang Permanent Residency (PR)

Di China, status Permanent Residency (PR) dikenal sebagai China Green Card. Status ini memungkinkan negara asing untuk tinggal dan bekerja long-term di China, namun proses pengajuannya bersifat selektif.

Status ini umumnya hanya dapat diajukan oleh foreign nationals yang telah bekerja dan berkontribusi secara signifikan di China (Contohnya profesional dengan keahlian khusus, manajer/direktur, atau memiliki latar belakang akademik & karier yang kuat). 

Status PR di China tidak bersifat otomatis dan tidak langsung diberikan setelah student internasional lulus, melainkan berdasarkan pengalaman kerja dan kontribusi profesional.

Persyaratan Aplikasi Studi

Persyaratan masuk universitas di China bisa berbeda-beda, tergantung jurusan, jenjang studi, serta latar belakang pendidikan. Namun, ada beberapa jalur utama yang bisa ditempuh student dari Indonesia untuk lanjut studi ke China.

A. General Undergraduate Entry Requirement

Untuk program S1, pelajar Indonesia dapat masuk universitas China melalui beberapa jalur, menyesuaikan dengan kualifikasi akademik dan kebijakan masing-masing universitas.

  • Direct Entry
    Student dengan kurikulum internasional seperti A-Level atau International Baccalaureate (IB) umumnya dapat direct entry ke program S1 apabila memenuhi persyaratan akademik dan bahasa (Mandarin atau English, tergantung program).
    Lulusan SMA kelas 12 kurikulum nasional juga berpeluang direct entry, namun tergantung kebijakan universitas. Jika persyaratan belum terpenuhi, universitas dapat merekomendasikan preparatory programme terlebih dahulu.
    Untuk universitas tertentu, student internasional diminta mengikuti academic assessment tambahan seperti CSCA (Chinese Scholastic Competency Assessment) sebagai bagian dari proses seleksi.
  • Preparatory & Pre-Degree Programme
    Lulusan SMA kelas 11/12 kurikulum nasional dan IGCSE umumnya bisa mengikuti Preparatory & Pre-Degree Programme sebelum masuk S1 jika belum memenuhi persyaratan akademik atau meningkatkan level bahasa Mandarin. Durasinya biasanya 1 tahun, dan setelah lulus, student dapat melanjutkan ke Year 1 program S1.
  • Professional & Vocational
    China juga memiliki jalur diploma atau vocational education yang berfokus pada keterampilan praktis dan kesiapan kerja, biasanya ditawarkan oleh college atau institusi vokasi. Durasi studi umumnya 1–3 tahun, tergantung program dan institusi.      

B. General Postgraduate Entry Requirement

Student harus sudah menyelesaikan degree di tingkat undergraduate.

C. English Language Requirement

Untuk program studi yang diajarkan dalam bahasa Inggris, universitas di China umumnya menerima tes bahasa Inggris internasional seperti IELTS Academic dan TOEFL iBT.

Persyaratan skor dapat berbeda tergantung jenjang studi dan universitas, namun gambaran umum yang paling sering digunakan adalah:

  • Undergraduate
    Umumnya mensyaratkan IELTS overall 6.0-6.5 dengan minimum 5.5-6.0 di setiap subtest
  • Postgraduate
    Persyaratan umum berada di kisaran IELTS 6.5–7.0 dengan minimum 6.0-6.5 di setiap subtest.

Beberapa jurusan seperti Medicine, Business, Engineering, atau program riset tertentu dapat menetapkan skor yang lebih tinggi, tergantung kebijakan universitas.

D. Mandarin (Chinese) Language Requirement

Untuk program studi yang diajarkan dalam bahasa Mandarin, universitas di China umumnya mensyaratkan sertifikat HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi) sebagai bukti kemampuan bahasa.

Gambaran umum persyaratan HSK untuk mahasiswa internasional:

  • Undergraduate: HSK Level 4-6
  • Postgraduate: HSK Level 5-6

Untuk program studi yang diajarkan dalam bahasa Mandarin, universitas di China umumnya mensyaratkan sertifikat HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi) sebagai bukti kemampuan bahasa.